Translate

Kamis, 15 Juni 2017

MIRACLE OF LOVE



“Bagaimana keadaanmu sayang?” kata Sashi dibalik tirai Tere, “Ya masih seperti ini tubuhku bergetar jika dekat dengan permata biru maka dari itu aku harus memakai gaun khusus ketika kita bertemu”, “Gaun yang seperti apa?” tanya sashi kebingungan “,Namanya wedding dress buatan perancang sekaligus tabib ku dari korea namanya Guru Tae” “Gaun itu khusus dijahit dengan alunan musik tradisional korea, dan lagi gaun itu hanya bisa dibuat saat musim semi saat ginseng pertama tumbuh di kebunnya, yang ia khusus tanam sendiri. Dan gaun itu akan hilang kemampuannya apabila ginseng pertama itu dipetik”, “Oh seperti itu aku akan membantumu menemukannya, tapi bagaimana kita menghubungi Guru Tae”, “Ayahku akan mengurusnya” tenang Tere
                Tersiar kabar bahwa putri sedang sakit dan obat dari tabib Kolala hampir habis, seluruh negeri menjadi khawatir dan berusaha menolong sang putri apalagi Tabib Fandi. Itu artinya sebelum musim semi Tere dan Sashi tidak akan bisa bertemu. Tabib Fandi adalah tabib yang hebat namun karena kesalahannya kini ia menjadi tahanan kota di ibu kota dan menjadi tabib sukarela bagi warga ibu kota Rinjane. Fandi pernah mencuri ginseng pertama milik Guru Tae untuk ibunya yang sakit keras. Pangeran Sashi yang mengetahui amat kesal dan hampir membunuhnya karena nya mereka sampai saat ini bermusuhan. Pangeran sashi yang berada di North Rinjane melakukan penjagaan ketat terhadap perkebunan milik Guru Tae yang termahsyur itu. Terutama ayah kedua belah pihak yaitu raja North Rinjane dan South Rinjane melakukan penjagaan ketat terhadap perkebunan itu. Fandi adalah teman masa kecil Tere, namun ia diam-diam menyimpan perasaan pada putri kecil itu.
Sampai-sampai Anita dan Yasha sahabat Tere yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri datang menjenguk, karena mendengar sakit yang diderita Tere. “ Kau sakit apa Tere?” tanya Anita sambil memegang tangan Tere khawatir. “Kalian pasti telah mendengarnya, aku terjatuh dari kuda saat sedang berolahraga dan itu membuat sakitku bertambah parah hari ini teman-teman”. “Bagaimana bisa? Apa kau tidak hati-hati saat itu Tere”, “Ya saat itu aku sedang sangat bersemangat, aku jatuh terkena batu sampai-sampai aku tidak sadarkan diri”, “Astagaaaa. . .” kata Yasha. “Tenang saja kalian tidak perlu khawatir orang tuaku sedang mencarikan obat untukku teman-teman, kalian fokus belajar saja nanti kalau aku rindu kalian, kalian datang berkunjung ya. Karena saat ini aku dalam masa penyembuhan sampai musim semi tiba, musim semi kan datang beberapa bulan lagi. Aku sangat bosan berada di istana, aku ingin bermain bersama kalian, dan bertemu Sashi”, “Hush kamu di sini saja Tere, kamu fokus penyembuhanmu “kata Yasha “Iya kamu disini saja fokus dengan penyembuhanmu Tere” Anita menimpali, “ngomong-ngomong Krisha masih sibuk ya?, padahal aku masih rindu” kata Tere sebal, “Iya, Krisha kan pebalet nasional Tere kau tidak ingat? bagaimana keadaan Sashi ?“ Jelas Yasha “Sashi baik-baik saja, saat ini ia masih sibuk oleh pendidikannya di pusat kota North Rinjane jadi aku makin kesepian deh” kata Tere sedih, “Tidak apa-apa yang penting kalian berkomunikasi dan lagi dia memang harus menempuh pendidikan kan, cita-citanya menjadi Ksatria di negrinya sangat kuat karena kudengar dia ingin meneruskan perjuangan kakeknya yang juga seorang ksatria. Bukannya kadang ia menjengukmu lewat ayahmu?”, “Iya dia menemui ayahku selama ini, dan membicarakan tentang keadaanku selama kita tidak bertemu” kata Tere.
Penyesalan mulai datang pada Tere mengapa dulu ia harus mencintai seorang yang menyebabkan penyakitnya kambuh. Ya, Tere mencintai seorang ksatria yang harus memiliki permata biru sebagai jimat keselamatannya. Kalut menyelimuti sang putri, karena permata itulah yang mendatangkan sakit yang dideritanya dari lahir.
Akankah Tere sembuh dan selamat dari penyakitnya dan dapat bersama sang calon ksatria Sashi? Simak dalam cerita selanjutnya dalam “MIRACLE OF LOVE”

Bersambung. . .

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Mungkin sebaiknya untuk setiap dialog dibuat baris baru untuk mempermudah pembaca

    BalasHapus