Translate

Selasa, 23 September 2014

BUNGA MUSIM HUJAN



Oleh: SEKAR AYU MAWARNI
20/09/14


Harum aroma daunku yang basah
Bunyi derasnya aliran sungai
Hangatnya sinar mentari
Bangunkanku dari tidur lelap semalam
Pagi yang sama dimana aku masih berada
di tanah ini
di hutan ini
kini aku hanya mengaharapkan tetesan hujan
walau hanya sebentar

aku merasa begitu haus sekarang
setelah terakhir kali aku merasakan air hujan 3 hari yang lalu
andai aku punya kaki hanya untuk menuju selangkah kesana

terdapat air bersih nan segar

sayang aku hanyalah sekuntum bunga yang tak dapat berbuat banyak
bahkan untuk daunku sekalipun
ia masih terlihat haus meski embun tadi pagi telah sedikit memberi kami nutrisi
ditengah cerahnya pagi ini serta di tengah kehausan kami

terlihat semburat senyum dari kejauhan
kupu-kupu bersayap indah yang belum pernah aku lihat
dia begitu cantik dengan perpaduan warna biru dan hitamnya
dia terlihat menghampiriku untuk sekedar menengok isi mahkotaku
malang kupu-kupu cantik itu karena ia tak menemukan apa yang ia cari disana
mungkin kami terlalu haus hingga kami tak dapat menyediakan sedikit madu untuknya

aku begitu kecewa

dan kini aku benar-benar akan hanyut dalam kesedihanku
 karena mungkin kami akan segera mati dalam waktu dekat ini
mungkin musim hujan telah benar-benar berakhir
inikah takdir
menjadi bunga musim hujan
mungkin esok aku tak akan lagi melihat segarnya pemandangan sungai tepat di depanku
mahkotaku akan mencoklat berikut daunku

air mataku menetes seketika itu
namun tak kusangka ternyata tetesan itu bersamaan dengan tetes air yang segar
itu hujan. . .
aku bahagia melihatnya
secercah harapan bagi kami
kami akan dapat melihat sungai dengan cahaya senja esok hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar