Translate

Kamis, 14 Agustus 2014

Antropology is Fun




Mungkin bagi sebagian orang jika mendengar kata Antropologi masih asing dengan ilmu tersebut. Nahh pada bahasan Sekar Finger kali ini akan menyinggung tentang ilmu yang baru saja penulis pelajari dan tertarik dengan ilmu ini ^_^
                Asing bagi sebagian orang, namun tidak untuk anak SMA yang mengambil jurusan bahasa. Aku begitu bersyukur karena sebagai siswa kelas bahasa, antropologi menjadi salah satu mapel yang menurutku sangat penting karena menjadi anak bahasa tidak hanya di tuntut untuk dapat pandai di bidang linguistik namun juga pandai bersosialisasi dengan sesama. Juga dengan ilmu ini siapa saja yang mempelajarinya berkemungkinan besar untuk dapat diterima di seluruh macam masyarakat atau etnis.  Sebelum membahasnya mungkin ada baiknya jika terlebih dahulu menguraikan hakikat ilmu ini secara singkat sejauh yang ini saya tau.
                Antropologi secara etimologi berasal dari kata antropos dan logos, antropos yang berarti manusia dan logos yang artinya ilmu. Aku juga kurang tau dari mana ilmu ini berkembang dan siapa yang pertama kali mengajarkannya. Hari pertama di kelas ini diisi dengan pengenalan langsung apa itu antropologi dan aplikasi serta manfaat mempelajari disiplin ilmu yang satu ini. Lebih tepatnya antropologi mempelajari lingkup manusia dan kebudayaannya. Sejak awal aku sudah sangat antusias untuk mempelajari ilmu ini karena akan sangat membantu orang sepertiku yang terkadang masih sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Terlebih lagi guru yang mengajar juga menyenangkan karena pelajaran tidak hanya monoton tentang materi, sesekali kami diputarkan tayangan yang tentunya berkaitan dengan antropologi serta berbagai cerita menarik beliau seputar antropologi.
Pak Takari, beliau yang mengajari kami antropologi sangat menekankan pada kami bahwa kita hidup di negara yang tidak hanya mempunyai satu suku saja namun banyak suku. Maka toleransi amatlah penting bagi keutuhan serta keberlangsungan bangsa ini di masa depan. Karena rendahnya atau tidak adanya toleransi antar umat beragama atupun budaya akan memperbesar kemungkinan terjadinya perpecahan. Beliau juga mewanti-wanti kami untuk jangan pernah merendahkan agama, suku, ras dan yang lainnya, karena beliau mengatakan jika ego masing-masing kelompok atau individu di besar-besarkan juga bisa memicu kekerasan. Jika suku satu dengan yang lain saling merendahkan begitu juga antar agama maka tidak akan pernah sejalan, karena tiap kelompok dan individu masing-masing mempunyai pandangan hidup dan prinsip yang berbeda. Dan orang lain pun seharusnya dapat menghargai hal tersebut.
Maka dengan antropologi ini mempertegas kalimat tentang “Perbedaan adalah Anugrah” karena dengan atau tanpa antropologi seseorang harus mampu melihat suatu perbedaan dari sisi positivnya. Dan menjadikan perbedaan sebagai anugerah dari Sang Maha Pencipta, yang karena-Nya membuat hari-hari kita menjadi lebih berwarna karena perbedaan.


Sekian postingan di Sekar Finger kali ini, semoga bermanfaat dan menginspirasi teman-teman sekalian. Dan mohon maaf apabila terdapat kata-kata atau kalimat yang kurang berkenan, nantikan postingan berikutnya. Terimakasih banyak juga untuk pengunjung yang masih setia dan mau membaca artikel-artikel dari Sekar Finger ini.


DITULIS OLEH : SEKAR AYU M.
12 AGUSTUS 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar