Translate

Senin, 14 Juli 2014

BAB DAUR ULANG DI PELAJARAN BIOLOGI



BAB DAUR ULANG DI PELAJARAN BIOLOGI


                Bab yang masih bertemakan linkungan ini bab oase bagi saya karena sebelumnya pelajaran biologi terlalu membosankan karena berkutat tentang itu-itu saja. Namun dengan adanya bab daur ulang ini menjadi pelajaran yang semula terasa membosankan bagi yang tidak menyukai biologi menjadi menyenangkan apalagi di ab ini ulangannya tidak tertulis namun praktek langsung dengan membuat produk daur ulang yang tak tanggung-tanggung, guru kami meminta bahannya benar-benar berasal dari barang bekas, jika tidak penilaiannya akan berkurang.
                Memang jika pelajaran telah sampai mengenai bab ekologi daur ulang menjadi hal yang saya tunggu-tunggu. Meskipun kini saya sendiri belum terjun langsung di dunia yang berhubungan degan lingkungan seperti ekskul KIR atau yang lainnya, namun saya cukup tertarik dengan bidang ini meski tidak terlalu. Karena justru bab-bab yang langsung jelas penerapannya seperti ini terasa menyenangkan ketika di pelajari, seperti bab daur ulang. Bab tentang daur ulang memang sangat bermanfaat bagi siswa karena menurut saya materi tentang daur ulang dapat menjadi alteratif lain bagi dampak dari kerusakan lingkungan saat ini,meskipun hasilnya mungkin belum signifikan namun setidaknya telah bisa mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Materi ini juga dapat mengasah kekreatifan para siswa dalam membuat produk yang ekonomis.
                Bisa dibayangkan jika materi daur ulang digalakkan, berapa banyak sampah yang akan berkurang apalagi sampah plastik yang sulit di uraikan. Saat ini di Indonesia upaya penyelamatan lingkungan terkadang tindakannya hanya berupa seremonial belaka tanpa upaya yang benar-benar nyata dan berasal dari kesadaran penduduknya. Seperti pemakaian kantong tanpa disadari dampaknya bagi lingkungan meski saya sendiri pun tidak mengingkari pemakaiannya, karena mau bagaimana lagi belum ada penggantinya ^_^ kalaupunada masih belum banyak digunakan di supermarket apalagi di pasar tradisional. Membicarakan tentang upaya penyelamatan lingkungan pasti tak lepas dari hal seperti upaya pemerintah untuk menggalakkan buang sampah pada tempatnya, sadarkah anda bahwa upaya pemerintah tersebut belum di sertai fasilitas yang memadai? . Memang pamflet “Jangan buang sampah sembarangan” telah dipasang dimana-mana, namun dari teman-teman pernah mengalami ketika telah memiliki niat untuk tidak membuang sampah sembarangan malah tidak ada tempat sampah di sekitar tempat kita akan membuang sampah alhasil pinggiran trotoar pun menjadi korbannya. Seharusnya fasilitas juga patut diperhitungkan dalam membuat suatu aturan. Hukum yang juga dinilai kurang tegas pun bisa jadi menjadi salah satu faktor penyebabnya, seharusnya sanksi tegas di semua tempat seperti sekolah, kantor, fasilitas umum juga diberlakukan seperti denda atau yang lainnya. Untuk langkah lebih lanjut juga bisa dipasang CCTV di tempat-tempat yang sekiranya minim akan pengawasan.
                Kesimpulan pada postingan kali ini adalah mungkin kita belum bisa ikut dalam upaya yang kini juga banyak dibicarakan seperti pembuatan alat-alat ramah lingkungan yang dilakukan para anak negeri. Namun  upaya yang terlihat sepele namun justru diperhitungkan bisa berawal dari kebiasaan kita yang tanpa disadari telah merusak lingkungan bisa kita ubah kebiasaan itu sedikit demi sedikit. 

 berikut gambar hasil daur ulang kami saat pelajaran biologi






ditulis oleh : sekar ayu m.
27 Juni 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar