Translate

Rabu, 18 Juni 2014

BAIT RINDU




Ketika kau kirimkan seuntai kata, terasa seperti setitik hujan di gurun saharaku
Begitu segar, sebagai pelepas dehaga kerinduan
Yang hanya menjadi setetes air yang tak bermakna bagi samudra mu

Berartinya semua tentang mu
Pahitnya kenyataan saat kau dan aku harus terpisah
Karena pilihan dan takdir yang berbeda
Juga karena kita tlah dewasa hingga harus memilih jalan untuk kita sendiri
Dan berjalan menjauh dari kisah indah bersama ini

Selama kau dan aku masih menghirup udara yang sama
Dan menjadi hamba Tuhan yang sama
Aku akan merasa dekat denganmu. . . .

Kerinduan yang tak terelakkan ini. . .
Masih saja berlari liar
Meski atas sepengetahuanku, sulit untuk dapat berada dibawah kendaliku
Terkadang hingga membuat goresan luka di ranah rindu
Bahkan menciderai arti rindu
Berubah menjadi sebuah ego untuk ingin selalu bersama
Untuk selalu temaniku selamanya

Harus ku kemanakan rindu yang selalu merintih ini
Yang meratap meminta kebersamaan kita dahulu
Mungkin rasa rindu ini tak pernah sedikitpun terlintas di benakmu
Jika ada mungkin hanya angin berlalu

Gemerlap kehidupan yang baru mungkin tlah merenggutmu
Dari dekapanku, dari ikatan persahabatan kita
Mungkin juga sekarang ini tlah silaukanmu
Hingga cahaya rindu ini tak mampu menyentuh ruang di hatimu
Hingga ku tak lagi menjadi bintang di malammu
Apalah arti hadir ini ?
Yang hanya menjadi
Lembaran kisah lama yang pernah berlalu di buku kehidupanmu
Layaknya bulan di siang hari
Meski terang tak akan terlihat oleh bunga-bunga di bumi
Kebersamaan yang mungkin tak bisa ku renggut dari takdir ini
Ingin selalu kedekap kau agar senantiasa dekat dengan jiwa dan raga ini
Biarkan ego ini membakar diriku
Dalam untaian melodi rindu yang pilu
Sahabat. . . tak ku minta permata sebagai tanda cinta
Pintaku hanya sederhana
Yang ku ingin hanya kau
Kau dan aku yang terlarut dalam lautan canda tawa
Terkadang diatas pilu sengsara
Yang akan tetap indah karena sinar matamu
Semerindukah ini dirimu SOBAT ? ? ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar